Cirebon, Kamis 15 Januari 2026 — MAN 1 Cirebon mengadakan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan tema “Mewujudkan Salat Menjadi Pondasi Kedisiplinan dan Tanggung Jawab.” Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa MAN 1 Cirebon dan dimulai sejak pagi hari. Para siswa memulai kegiatan dengan pembiasaan pembacaan Asmaul Husna dikelas, kemudian dilanjutkan dengan khataman Al-Qur’an yang dilaksanakan oleh masing-masing kelas.
Dalam kegiatan khataman Al-Qur’an, setiap kelas menghatamkan 30 juz dengan pembagian satu siswa membaca satu juz yang telah diatur oleh sesi keagamaan masing-masing kelas. Setelah khataman selesai, kegiatan pembelajaran berjalan seperti biasa hingga memasuki waktu Zuhur, sehingga kegiatan akademik tetap berlangsung tertib.
Saat waktu Zuhur tiba, seluruh siswa melaksanakan salat Zuhur berjamaah. Setelah itu, para siswa diarahkan untuk berkumpul di lapangan basket MAN 1 Cirebon guna mengikuti kegiatan makan bersama makanan bergizi gratis. Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan penuh kebersamaan di bawah pengawasan para guru.
Dalam pelaksanaannya, siswa berbaris sesuai kelas masing-masing yang telah diatur oleh guru-guru MAN 1 Cirebon. Enam perwakilan siswa dari setiap kelas mengambil kompreng MBG untuk dibawa ke lapangan basket dan dimakan bersama. Setelah kegiatan makan bersama selesai, acara peringatan Isra Mi’raj pun resmi dimulai.
Acara diawali dengan pembukaan oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Pelaksana, Bapak Aef Subhan, S.Pd.I., dan Kepala MAN 1 Cirebon, Bapak Muhaemin, S.Ag., M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau mengajak para siswa untuk membiasakan salat dalam kehidupan sehari-hari. Menurut beliau, salat yang dijaga dengan baik akan membentuk kebiasaan positif, kedisiplinan, serta tanggung jawab dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan tawassul dan khotmil Al-Qur’an yang dipimpin oleh Bapak Shobirin, S.Ag., M.A., kemudian pembacaan Maulid Barzanji oleh Tim Hadrah Wahdaniyah yang berlangsung meriah. Acara inti diisi dengan mauidzah hasanah oleh Bapak Muhammad Nasrullah, S.Pd.I., yang menyampaikan bahwa manusia hidup dalam tiga waktu, yaitu masa lalu, masa kini, dan masa depan. Melalui peristiwa Isra Mi’raj, siswa diajak untuk mengambil pelajaran dari masa lalu agar hari ini lebih baik, serta menjadikan salat lima waktu sebagai bekal untuk masa depan.